Estafet Hijrah, Harus Terus Dipertahankan di Setiap Jiwa Manusia

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 24 Agustus 2020 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Chavchay Syaifullah, Ketua Dewan Kesenian Banten. (Foto : pelitabanten.com)

Chavchay Syaifullah, Ketua Dewan Kesenian Banten. (Foto : pelitabanten.com)

Antara penghormatan terhadap kinerja manusia dan kepatuhan pada takdir Allah. Maka sesungguhnya kita butuh satu prosesi hijrah dari luar ke dalam, menukik ke kedalaman jiwa melalui jalan spiritual.

Apa itu jalan spiritual, mari kita simak syair Jalaluddin Rumi berikut:
“Jalan spiritual adalah menghancurkan tubuh dan setelah itu memperbaikinya demi kemakmuran / Hancurkan rumah itu demi harta keemasan, dan dengan harta itu pula bangunlah rumah yang lebih baik daripada yang sebelumnya / Bendunglah air dan bersihkanlah dasar sungai, kemudian biarkanlah air minum mengalir ke dalamnya / Torehlah kulit dan cabutlah duri, kemudian biarkan kulit segar tumbuh menutupi luka.”

Jalaluddin Rumi, penyair mistik terbesar Persia yang lahir pada tahun 1207 di Balkh, sebuah kota di provinsi Khurasan, Persia Utara, memberi kita kesan kuat bahwa manusia harus terus menerus melakukan hijrah spiritual agar manusia bisa melihat bahwa dirinya bukanlah apa-apa.

Dengan demikian, jiwa manusia terus mencari dan mencari. Estafet hijrah pun terjadi.

Dalam syair lainnya Rumi pun menjelaskan:

“Para raja menjilat bumi tempat pekan raya terjadi / Karena Tuhan telah bercampur dalam bumi yang berdebu / Seteguk keindahan tercecap dari cawan pilihanNya / Inilah dia, cinta terkasih, bukan bibir tanah liat ini / Yang kauciumi dengan ratusan kenikmatan / Lalu bayangkan, apa yang mesti terjadi bila dirimu suci!”

Berita Terkait

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?
Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:34 WIB

Ketika Layar TV Membesar, Apa yang Sebenarnya Kita Butuhkan?

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Berita Terbaru

Pers Rilis

CGTN Luncurkan News Pal, Asisten Berita Berbasis AI

Jumat, 23 Okt 2026 - 04:18 WIB