Opiniindonesia.com – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko meminta perhatian KAMI agar tidak mengganggu stabilitas politik. Ucapan tersebut disampaikan Moeldoko seperti dikutip CNN Indonesia “kalau arahnya memaksakan kepentingan, akan ada perhitungan” hiij takuuut.
Mungkin karena namanya Pemerintah ya pasti jadi tukang perintah. Merasa punya kekuasaan, ada aparat ada senjata. Posisinya memang selalu di atas angin. Mungkin merasa sedang menaiki angin, bisa kesana bisa kesini untuk buang angin. Ancam sana ancam sini maklum otoritas ada di tangan.
KAMI baru saja dibentuk tapi banyak terapi kejut. Urusan deklarasi sudah buat takut. Ujungnya larang sana larang sini. Bikin demo buatan segala.
Bayar dikit-dikitlah dan suruh teriak-teriak dengan bentangan spanduk “tolak KAMI”, “KITA cinta damai”, “Covid 19 dilarang kumpul” sambil kumpul-kumpul teriak-teriaknya itu. Memang Kopit mah hanya untuk KAMI. Kebal eh bebal untuk KALIAN”.
Moeldoko lupa bahwa biang yang bikin stabilitas politik terganggu adalah Pemerintah sendiri. Omnibus Law membuat geram buruh. Akibatnya ancam akan mogok nasional.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






