Sengkarut Lion Air, Terancam Bangkrut?

- Pewarta

Rabu, 19 Juni 2019 - 09:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opiniindonesia.com – Berita Lion air mengalami kesulitan keuangan sangat mengagetkan banyak pihak pasalnya Lion air menguasai penerbangan di Indonesia. Dari sisi armada pesawat Lion air memiliki armada terbesar hingga saat ini, yaitu 350 an Pesawat tahun 2018. Bahkan dari kalau dihitung penguasaan pasar, Lion air menguasai market share lebih besar dari Garuda Indonesia sebagai pesaing utamanya yaitu Garuda. Lion Air Group berhasil mengangkut 51,72 juta penumpang pada 2018 atau 51 persen dari total jumlah penumpang domestik sebanyak 101,13 juta penumpang. Sedangkan Garuda Indonesia Group hanya mengangkut 33,86 juta penumpang atau 34 persen dari total jumlah penumpang domestik. Dilihat dari learning curve bisnisnya, Lion Air termasuk perusahaan bagus, karena dalam waktu sangat singkat, bisa tumbuh sangat besar, bahkan mungkin “cepat dewasa” di bandingkan dengan usianya. Mulai beroperasi tahun 2000 dan memiliki 350 pesawat dalam waktu 18 tahun, sungguh luar biasa.

Tiba tiba kita mendengar ada masalah keuangan bebeerap bulan terakhir. Lion air mengalami kesulitan cashflow, padahal cashflow adalah salah satu indikator utama bagi sehat tidaknya sebuah perusahaan. Cashflow merupakan darah segar sebuah perusahaan. Ketika darahnya berhenti maka akan berhenti pula operasional perusahaan. Jika hal ini tidak mampu diatasi maka perusahaan tinggal menghitung hari kata krisdayanti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan keuangan merupakan salah satu indikator sebuah usaha akan mengalami kebangkrutan. Bahkan menurut Hisrich dan Peter (2017) bahwa terdapat 10 tanda sebuah perusahaan sedang menuju pada kebangkrutan yaitu :

1. Pengelolaan keuangan menjadi tidak disiplin, sehingga tidak seorangpun dapat mempertanggungjawabkan penggunaan uangnya
2. Para Direktur tidak dapat mencatat dan menjelaskan transaksi-transaksinya.
3. Pelanggan diberikan diskon besar-besaran untuk meningkatkan pembayaran akibat arus kas yang buruk
4. Berbagai kontrak diterima di bawah jumlah standar untuk menghasilkan uang tunai
5. Meminta penangguhan pinjaman-pinjaman ke Bank ataupun relasi.
6. SDM dan karyawan kunci dan penting meninggalkan perusahaan
7. Bahan-bahan untuk memenuhi pesanan kurang
8. Biaya-biaya dan Pajak penghasilan tidak mampu dibayar
9. Para pemasok meminta pembayaran secara tunai
10. Keluhan-keluhan pelanggan mengenai kualitas pelayanan dan produk meningkat.

Tanda tanda Lion Air sedang mengalami kesulitan keuangan adalah dengan tidak mampu membayar sewa bandara. Hal ini, menjadi indikator adanya ketidak-beresan dalam mengatur cashflow nya. Alasan ketidakmampuan membayar biaya jasa kebandaraan Karena adanya tekanan dalam industri penerbangan sejak tahun 2018, seperti tidak tercapainya harga jual, kenaikan biaya, sebenarnya adalah hal sangat biasa yang dihadapi oleh semua perusahaan. Justru Perbedaan profesionalisme lebih menonjol yaitu, kemampuan mengantisipasi tersebut, dan exit strategy yamg harus diambil sebelum kejadian itu terjadi menjadi penting.

Saya sendiri mencatat pengelolalan Buruk, Management Lion Air ketika melakukan pembelian armada pesawat yang terkesan asal asalan, tanpa perencanaan yang matang. Harusnya Lion Air belajar dari Southweast airline ( lihat Analisis Southwest Airline di Helmi Adam Channel Youtube https://www.youtube.com/watch?v=varq7mDgptA ) Lion Air jadi terlihat tidak Profesional managemenya kalau kiat menonton di youtube diatas. Lion tidak memiliki perencanaan yang baik, dan terutama mengontrol implementasi rencana yang sudah dibuat.

Harusnya manajemen bisa mengantisipasi apa yang harus dilakukan ketika permintaan menurun, dan biaya menaik? Padahal itu adalah masalah elementer dalam strategi bisnis. Jika manajemen tidak mampu menagani ini bisa jadi hukum alam akan dialami oleh Lion Air. Yaitu segala sesuatu yang bertumbuh dengan sangat cepat, biasanya juga akan mati dengan cepatnya. Karena selalu ada banyak penyakit dalam tubuh yang besar akibat tidak sesuai dengan usianya. Yang terpenting dari semua itu, adalah Lion air jangan sekali kali mengorbankan pelangganya. Karena jika pelanggan dikorbankan resikonya adalah jangka panjang.

Oleh: Helmi adam. Penulis adalah Direktur Syafaat Foundation Indonesia.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB