Sepakbola Seag Tak Bisa Keluar, Asnawi Cs Kalah Dari Vietnam

- Pewarta

Senin, 2 Desember 2019 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertandingan Grup B SEA Games 2019 antara Timnas Indonesia VS Vietnam di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Minggu (1/12/2019).

Pertandingan Grup B SEA Games 2019 antara Timnas Indonesia VS Vietnam di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Minggu (1/12/2019).

Ditekan lebih dari 55 menit, tim nasional sepakbola Indonesia, kalah 2-1 dari Vietnam. Meski demikian, timnas Indonesia berpeluang menjadi runner up grup B dan lolos ke semifinal, Sea Games ke-30 di Manila.

Meski peluang tetap terbuka, Indra Sjafri dan tim pelatih hendaknya segera mencari cara yang tepat agar anak-anak mampu keluar dari tekanan. Di laga ketiga melawan Vietnam yang disaksikan langsung oleh Menpira Zainudin Amali, Ahad malam (1/12/2019) di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filiphina itu, Asnawi Mangkualam, Andy Setyo Nugroho, Bagas Adi Nugroho, Sani Rizki Fauzi, dan kawan-kawan itu tak mampu keluar dari tekanan. Hampir 55 menit, gawang Indonesia yang dikawal Nadeo Argawinata, berulang kali terancam.

Sejak menit ke 30, pertahanan timnas kita terus ditekan dan tertekan. Sebelumnya, di menit ke-23, Sani Rizki, mampu mencetak gol melalui kepala, 1-0. Tapi Nguyen Thanh Chung dan Nguyen Hoang Duc, berhasil membalikan keadaan hingga Vietnam unggul 2-1.

Tertekan

Bermain dengan bola-bola pendek, Osvaldo Haay, Zahrul Milla, Saddil Ramadani cs, awalnya cukup efektif. Tapi Vietnam lebih cerdik. Mereka mengikuti pola itu dengan kombinasi bola-bola panjang.

Akibatnya Vietnam seperti selalu kelebihan pemain. Berulang-ulang kita menyaksikan anak-anak Park Hang-So asal Korea ini mampu menembus hingga ke jantung pertahanan. Beruntung penjaga gawang Indonesia Nadeo tampil cemerlang maka kekalahan lebih besar jadi terhindar.

Nah, jika Indra Sjafri tak segera menemukan cara paling efektif agar anak asuhnya bisa keluar dari tekanan, meski di atas kertas dua lawan terakhir berada di bawah, tapi pesta gol sulit terjadi. Vietnam dan Thailand yang saat ini memimpin grup B, bisa tetap berada di situ. Vietnam bukan hanya memiliki 9 poin, tapi juga surplus gol 14-2. Thailand memiliki poin sama, 6 tapi selisih golnya lebih baik, 10-2. Dan Indonesia di posisi ketiga dengan selisih gol 5-2.

Dengan begitu, saat bertemu Brunei Darussalam, Selasa (3/12/2019) dan terakhir vs Laos, Rabu (5/12/2019) harus menang di atas lima gol. Jika itu yang terjadi, maka langkah kita ke semifinal tetap sangat terbuka.

Sekali lagi, di atas kertas kita bisa menang dengan mudah, tapi Asnawi harus mampu keluar dari tekanan lawan.

Semoga tim nas kita bisa keluar dari tekanan. Tetap semangat…

[Oleh: M. Nigara. Penulis adalah Wartawan Sepakbola Senior]

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru