Menurut Bambang Wuryanto, Ketua DPD PDIP Jawa Tengah tidak diundangnya Ganjar karena dinilai terlalu ambisi “wis kemajon, yen kowe pinter ojo keminter”. “di satu sisi belum ada instruksi dari Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri. Di sisi lain itu tidak baik bagi keharmonisan partai yang wajib tegak lurus pada perintah Ketua Umum”.
Ganjar Pranowo dinilai “off side” sehingga mendapat pluit wasit. Karena berulang-ulang maka sudah “kartu kuning” dikeluarkan. Ganjar lupa bahwa dinasti Soekarno sedang dibangun dan Puan Maharani adalah “putera mahkota” terlepas dari hasil-hasil survey yang posisinya jeblok berada di bawah untuk kandidat Presiden. Selama Puan masih digadang-gadang maka tabu Ganjar untuk menyalip.
Popularitas Ganjar yang terus dilambungkan dengan harapan dilamar oleh partai lain selain PDIP bukanlah hal yang mudah. Faktor PDIP sangat menentukan untuk eksistensinya.
Jikapun mencoba maju dengan kendaraan lain, maka Ganjar akan dihajar oleh kasus-kasus lama yang menderanya. Bongkar-bongkaran akan dilakukan terhadapnya, termasuk oleh PDIP sendiri.
Bukan mustahil Ganjar akan dikasuskan dan disidik oleh Kejaksaan Agung “atas perintah” DPP PDIP.
Ganjar Pranowo akan habis dan sulit bernafas untuk ke depan. Kini sang Gubernur tengah diseruduk Banteng. Belum jelas kemahirannya sebagai matador yang jago berkelit. Prediksinya, Ganjar akan mati diseruduk Banteng.
Oleh : M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan.
Halaman : 1 2






