Menggeser Puan, Apa Strategi Ganjar Pranowo?

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 24 Mei 2021 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. /Instagram.com/@provjateng

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. /Instagram.com/@provjateng

Apalagi, Jokowi dianggap antitesa birokrat yang elitis. Prabowo merepresentasikan elit politik, Jokowi diimajinasikan sebagai wong cilik.

Ganjar belum nampak narasinya. Performen wong cilik sudah lewat. Justru sekarang rakyat merindukan seorang pemimpin yang tegas, wibawa, terukur dan terencana dalam kerja. Ini hanya soal tesa dan antitesa politik.

Manuver Ganjar melalui tim medianya nampak kurang disukai DPP PDIP. Ada instruksi resmi bagi kader PDIP untuk tidak follow akun Ganjar.

Tapi, Ganjar gak peduli. Kerja tim media jalan terus, bahkan lebih masif. Wajar, karena ini peluang satu-satunya Ganjar jika ingin melanjutkan karirnya. Dari pada pensiun pasca gubernur, mendingan bertarung.

Kalah menang itu urusan nomor dua belas. Dalam konteks ini, Ganjar gentlemen. Dan memang ia adalah petarung.

Dalam acara “Penguatan Soliditas Kader Menuju Pemilu 2024 di kantor DPD PDIP Jawa Tengah yang digelar oleh Ketua PDIP Jawa Tengah dan dihadiri Puan Maharani, Ganjar tidak diundang.

Ketika dikonfirmasi, Bambang Wuryanto, Ketua PDIP Jawa Tengah berkomentar pedas: (Ganjar) “wis kemajon (kelewatan). Yen kowe pinter aja keminter (jika kamu pinter jangan bersikap sok pinter)”. Jika sikap Ganjar yang terlalu ambisi dengan jabatan presiden tidak baik, tegas Bambang.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru