”Hanya Allah yang mengetahui seseorang itu munafik atau tidak. Yang jelas, sampai ajalnya, dia tetap seorang muslim. Kita wajib menyelenggarakan jenazahnya dengan baik,” jelas Buya tanpa ragu.
Buya tidak pernah dendam kepada orang yang pernah menyakitinya. Bagi Buya, dendam itu termasuk dosa.
Selama dua tahun empat bulan ia ditahan. Ia merasa semua itu anugerah dari Allah kepadanya.
Dengan masuk penjara, ia dapat menyelesaikan Kitab Tafsir Al Quran 30 Juz, Al Azhar, yang monumental itu. Bila bukan dalam tahanan, ia tidak mungkin ada waktu untuk mengerjakan dan menyelesaikannya.
Berkat kekejian PKI dan tangan besi Soekarno kepada Buya, kalian bisa membaca tafsir Al-Azhar dengan sempurna.
Orang-orang besar memang memiliki cara mereka sendiri untuk meminta maaf kepada mereka yang pernah dizalimi.
Demikian sebaliknya yang pernah terdzalimi, mereka punya hati seluas samudera untuk memaafkan.
Apapun bentuknya, cara mereka meminta maaf dan memaafkan sangatlah indah.
Oleh : Anab Afifi, adalah seorang konsultan komunikasi dan penulis Buku.





