Di masa Orba kenyang dengan nuansa otoriter dan lucu (di bawah permukaan); di era Reformasi penuh dengan sarkasme tanpa sentuhan anekdot, humor. Nah, di masa yang akan datang, orang akan memilih cara lugas, tapi bukan sarkasme, tenang tapi bukan eufemisme yang beku itu.
Oleh : D. Jupriono, Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya




