CSA Index: Pandangan Pelaku Pasar Terhadap Kondisi Politik dan Ekonomi Nasional

- Pewarta

Senin, 1 April 2024 - 22:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saham PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan kode BBRI tepat 20 tahun melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2023. (Dok. BRI)

Saham PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan kode BBRI tepat 20 tahun melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 November 2023. (Dok. BRI)

HARIANINVESTOR.COM – Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) dan CSA Community, dengan dukungan Perkumpulan Profesi Pasar Modal Indonesia (PROPAMI) serta Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), merilis CSA Index untuk periode April 2024, Jakarta (28/2/24).

CSA Index merupakan indikator penting yang didasarkan pada survei dan pandangan pelaku pasar mengenai kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan sektor yang mencerminkan keyakinan serta pandangan para analis terhadap kinerja IHSG di masa mendatang.

Berdasarkan survei yang telah dilakukan, CSA Index untuk April 2024 mencapai 65,8, mengalami penurunan dari angka sebelumnya pada bulan Maret yang mencapai 67,6.

CSA Index Sektor Pilihan April 2024

Penurunan ini menunjukkan bahwa pelaku pasar masih melihat IHSG secara realistis dengan menurunkan harapan terhadap kinerjanya.

Meskipun demikian, berdasarkan konsensus, pelaku pasar masih mengharapkan IHSG dapat bergerak positif di bulan April dengan target penguatan mencapai 7438.

Menurut NS. Aji Martono, Ketua Umum PROPAMI, CSA Index April 2024 menunjukkan bahwa optimisme pelaku pasar cenderung stagnan.

Pelaku pasar menantikan sentimen positif tambahan dari kinerja emiten di tahun 2024 dan kebijakan yang pro pasar.

CSA Index Sektor Pilihan April 2024

Sementara itu, CSA Index juga mencermati sektor-sektor yang akan menjadi penggerak utama untuk IHSG di bulan April.

Sektor Financials menjadi pilihan utama dan mayoritas pelaku pasar sebagai sektor yang dapat memacu IHSG, diikuti oleh sektor Energy dan Consumer Non-Cyclicals.

Meskipun terjadi penurunan target IHSG jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, pelaku pasar masih optimis dengan kinerja IHSG dalam jangka panjang.

Mereka berharap kinerja emiten di kuartal pertama dapat positif sehingga IHSG dapat menguat.

Sentimen positif juga diharapkan datang dari turunnya tingkat suku bunga The Fed.

CSA Index Sektor Pilihan April 2024

Dengan demikian, CSA Index memberikan gambaran yang komprehensif mengenai pandangan dan harapan pelaku pasar terhadap kinerja IHSG dan sektor-sektor yang mempengaruhinya dalam beberapa bulan ke depan.

Hal ini menjadi acuan penting bagi para investor dalam mengambil keputusan investasi di pasar modal Indonesia.


Artikel di atas juga sudah diterbitkan portal berita nasional INFOEKBIS.COM

Sempatkan juga untuk membaca artikel menarik lainnya, di portal berita ARAHNEWS.COM dan INFOBUMN.COM

Berita Terkait

Rp200 Triliun untuk BRI, BNI, Mandiri, BTN, BSI, Rosan: Dorong Ekonomi
Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil
PBB-P2 Dominasi PAD, Tantangan Kemandirian Fiskal Masih Menghantui
Hoaks Uang Rp250.000 Edisi 80 Tahun RI: Dampak dan Fakta Ekonomi
Dari Printer Bursa ke Aplikasi Mobile, Pasar Modal Berubah, Risiko Kian Besar
Momentum Bullish Pasar RI Menguat, CSA Index Agustus 2025 Jadi Pemicu Utama
Manfaat Press Release Berbayar untuk Publikasi Cepat dan Reputasi Bisnis
Rekening Tidak Aktif Ditertibkan, Bank Tegaskan Keamanan Dana Nasabah Terjaga

Berita Terkait

Rabu, 17 September 2025 - 09:37 WIB

Rp200 Triliun untuk BRI, BNI, Mandiri, BTN, BSI, Rosan: Dorong Ekonomi

Senin, 15 September 2025 - 06:33 WIB

Cara Efektif Mengundang Jurnalis Ekonomi Agar Acara Liputan Berhasil

Rabu, 27 Agustus 2025 - 06:47 WIB

PBB-P2 Dominasi PAD, Tantangan Kemandirian Fiskal Masih Menghantui

Rabu, 20 Agustus 2025 - 13:28 WIB

Hoaks Uang Rp250.000 Edisi 80 Tahun RI: Dampak dan Fakta Ekonomi

Senin, 18 Agustus 2025 - 18:44 WIB

Dari Printer Bursa ke Aplikasi Mobile, Pasar Modal Berubah, Risiko Kian Besar

Berita Terbaru