Gatot Nurmantyo dan KAMI, antara Persekusi dan Anti Demokrasi

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 29 September 2020 - 16:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenderal TNI Purn Gatot Nurmantyo. (Foto : Instagram @nurmantyo_gatot)

Jenderal TNI Purn Gatot Nurmantyo. (Foto : Instagram @nurmantyo_gatot)

KAMI lahir sebagai kekuatan civil society karena matinya trias politika di negeri ini. Lumpuhnya aspek cegah dini, tangkal dini dari komponen utama pertahanan negara ini yakni TNI ketika ada upaya untuk merubah Pancasila dan bangkitnya neo-PKI yang jelas dilarang dan haram secara hukum.

Ditambah kesemrawutan dan hilangnya kedaulatan bangsa di tengah badai covid19, menjadikan negara kita rentan menuju perpecahan dan mengancam keutuhan NKRI dibawah Pancasila.

Kenapa ketika ada suatu kelompok (KAMI) yang menperjuangkan semua itu justru jadi korban persekusi dan intimidasi ??? Dimana secara konstitusi, hak berpendapat dan kewajiban bela negara sudah dijamin oleh konstitusi.

Akhirnya semua kembali kepada kita semua. Apakah masih anggap negara ini aman-aman saja ? Ketika segala kebobrokan dan kesewenang-wenangan ini semakin meraja lela??

Tapi saya yakin. Pak GN adalah patriot sejati. Pak GN adalah Jendral tempur yang terlatih. Yang tentu juga tidak bekerja sendiri. Ada jutaan rakyat di belakang beliau. Ada ratusan bahkan ribuan ulama dan orang sholeh bersama beliau.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hainan: Etalase Kebijakan Pintu Terbuka Tiongkok

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:45 WIB