Humor Hoax : Kritik Sosial kepada Penguasa

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 18 Mei 2021 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerhati dan peneliti humor, Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, D. Jupriono. /Dok. D. Jupriono

Pemerhati dan peneliti humor, Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, D. Jupriono. /Dok. D. Jupriono

(5) UMAT MANA YANG PALING DEKAT TUHAN?

Seorang pedanda Ida Bagus Dewamantra, pastor Haryatmoko S.J., dan Gus Mus (Mustofa Bisri) berdebat siapa yang paling dekat Tuhan.

“Jelas umat Hindhu dong. Kami biasa menyapa Tuhan dengan Om. Om swastiatsuOm shanti, shanti Om…,” kata Ida Bagus Dewa.

Pastor Haryatmoko S.J. tidak mau kalah. “Kalau itu alasannya, umat Katolik dong yang lebih dekat. Lihat saja, kami memanggilnya Bapa, … Bapa kami yang ada di surga. Nah…” 

Gus Mus diam, Ida Bagus Dewamantra dan pastor Haryatmoko penasaran. “Kalau Gus Mus, sedekat apa umat Islam dengan Tuhan?”

“Duuh … boro-boro dekat,” jawab Gus Mus, “wong manggil-Nya saja mesti teriak-teriak dari menara, pakai pengeras lagi …!”

Berita hoax ini menyebut nama-nama yang sudah sangat akrab di telinga publik: Ida Bagus Dewamantra, Romo Haryatmoko, dan Gus Mus. Orang tidak bisa memastikan apakah memang benar-benar ini terjadi, ataukah hanya imajinatif cerdas dari penciptanya kali pertama (entah siapa). Lebih penting untuk ditekankan di sini, bahwa humor ini melancarkan kritik keras terhadap kecenderungan umat beragama untuk selalu mengkalim diri sebagai “yang paling dekat dengan Tuhan” sekaligus dengan sendirinya menganggap dungu, salah, sesat, atau bahkan kafir kepada umat lain. Di sinilah letak pentingnya humor-humor agama yang diharapkan bisa membuka simpul-simpul kemanusiaan yang tertutup oleh sekat-sekat sektarianisme antarumat beragama.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru