Humor Hoax : Kritik Sosial kepada Penguasa

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 18 Mei 2021 - 14:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerhati dan peneliti humor, Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, D. Jupriono. /Dok. D. Jupriono

Pemerhati dan peneliti humor, Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP, D. Jupriono. /Dok. D. Jupriono

Baiklah, sudah banyak diskusi soal dampak buruk hoax. Yang belum banyak dibahas adalah sisi jenaka berita hoax atau hoax yang diformat sebagai berita di media sosial. Tulisan ini sengaja membahas komunikasi humor berita hoax di media sosial.  

Diskusi ini akan merujuk pada fungsi komunikasi sosial: komunikasi sosial untuk membangun konsep diri, aktualisasi diri, kelangsungan hidup, memperoleh kebahagiaan, terhindari dari tekanan dan ketegangan. Komunikasi sosial akan memupuk relasi dan menghibur orang lain.

Komunikasi sosial terlihat dominan dalam penggunaan media sosial: FB, instagram, WA. Menghibur, menyentuh sense of humor sesama, adalah salah satu tujuan komunikasi sosial.

Meskipun demikian, dalam perspektif teoretis, fungsi humor bukan hanya menghibur dan menyegarkan suasana, melainkan juga menyalurkan perasaan seseorang, sebagai sarana aktualisasi diri, sebagai sarana rekreasi, dan juga untuk menjalin interaksi sosial antarsesama, bahkan sebagai media kritik dan protes sosial.

Komunikasi yang menghibur, komunikasi humor/jenaka (Mulyana, 2010) dapat berada dalam berbagai macam. Berdasarkan bentuknya, komunikasi jenaka dibedakan atas: humor (teks) verbal,  humor visual (gambar), dan humor auditif.

Berdasarkan pokok persoalan (subject matter) yang diangkat, komunikasi humor dapat dibedakan  ke dalam: humor politis, humor seks, humor agama, humor sadis, dan humor teka-teki.

Tiga Tradisi Teori Humor

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru