Anggaran kesehatan masih tertinggal dibanding infrastruktur. Tenaga medis yang banyak gugur tidak dihargai malah menyebut masih banyak stock katanya. Sungguh menyakitkan.
Pilkada adalah proses politik yang bukan darurat pelaksanaannya. Penundaan adalah biasa dan bijaksana. Berbagai penghelatan besar masyarakat seperti kongres atau muktamar telah ditunda.
Pilkada memiliki tahapan rawan baik kampanye maupun pemungkutan suara. Jikapun protokol ketat diterapkan maka ini akan menghilangkan nilai demokrasi. Rekayasa dipastikan mudah terjadi.
Indonesia dinilai buruk dalam penanganan pandemi covid 19 oleh dunia internasional. 59 Negara menutup pintu masuk warga negara Indonesia. Di saat yang negara lain menurun justru kita meningkat.
Kini dengan pelaksanaan “pesta demokrasi” yang dipaksa kan untuk dijalankan maka bertambah lagi bahan bagi kecaman dunia. Indonesia pemberani, nekad, atau memang gila ?
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya





