Menurut informasi yang beredar kuat, salah satu penyebab melemahnya kinerja PGAS saat ini akibat adanya ketidak harmonisan antara sesama anggota BOD dan antara anggota BOD dengan BOC setelah RUPS PGAS pada Mei 2020 oleh meneg BUMN.
Yaitu atas pengangkatan Suko Hartono sebagai Dirut dan Achandra Tahar sebagai Komisaris Utama, kondisi ketidak harmonisan itu terasa kental ketika rapat rapat BOD dengan BOC dilaksanakan, akibatnya banyak program program jalan di tempat.
Pasalnya kehadiran kedua figur itu bukannya membuat organisasi itu semakin solid dalam membawa visi dan misi perusahaan agar semakin baik, tetapi katanya mereka terkesan hanya membawa agenda masing masing, inilah yang tidak boleh terjadi, akan berdampak luas terhadap kinerja perusahaan.
Seperti publik ketahui, Achandra Tahar sewaktu menjabat sebagai wamen ESDM sering membuat kebijakan yang kontroversial yang berdampak buruk terhadap masa depan sektor hulu migas nasional jangka panjang.
Yaitu soal menerapkan konsep gross split dengan merubah konsep cost recovery yang sudah diadopsi puluhan perusahaan migas didunia. Terbukti sekarang konsep gross split telah dikoreksi oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya





