Adapun figur-figur dalam produksi pengembangan pesawat tipe N250 adalah pakar Manufacturing : Budi Santoso
Pakar Structure : Arie Wibowo
Pakar Electrical System : Irzal Rinaldi Zailani
Pakar Design : Andi Alisjahbana.
Sebagaimana diketahui, setahun setelah peluncuran pesawat ini Indonesia dilanda krisis moneter. Krisis ekonomi yang berimbas pada krisis politik sehingga Presiden Soeharto pada akhirnya jatuh.
Bagi industri pesawat terbang, krisis ini tidak hanya berimplikasi secara ekonomi tapi juga politik. Secara ekonomi, industri pesawat terbang tidak lagi mendapat dukungan keuangan negara. Sehingga IPTN terpaksa harus merumahkan sekitar 4.000 karyawannya. Sementara secara politik, IPTN tidak lagi mendapat sokongan keuangan dari pemerintah.
Mematuhi MoU dengan IMF, pemberi pinjaman untuk mengeluarkan Indonesia dari krisis, pemerintah Indonesia terpaksa mengeluarkan proyek industri pesawat terbang nasional sebagai bagian dari penyelematan ekonomi.
Namun sebagaimana Orde Lama yang tidak menjadikan situasi sulit dalam mempertahankan kemerdekaan sebagai alasan untuk tidak mengembangkan industri pesawat terbang, begitu juga dengan pasca pemerintah setelah Orde Baru. Meski demikian, masih dalam masa recovery, setahap demi setahap industri pesawat terbang nusantara tetap dicoba untuk dipulihkan.






