Seperti dengan merubah nama PT IPTN Menjadi PT DI (Dirgantara Indonesia). Dan empat tahun setelah krisis, PT DI mulai dipercayai negara-negara seperti Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Korea Selatan, serta Filipina untuk melaksanakan beberapa proyek kedirgantaraan mereka.
Meski efek krisis ekonomi 1998 juga telah membuat PT DI diputus pailit oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, tapi upaya Hukum yang serius dari PT DI telah membuat keputusan pailit tersebut dibatalkan.
Puncak kebangkitan adalah ketika PT DI sendiri terjadi ketika tahun 2012 bisa mengirimkan 4 pesawat CN-235 pesanan Korea Selatan dan menyelesaikan 3 pesawat CN-235 pesanan TNI AL dan 24 Heli Super Puma dari EUROCOPTER.
Kebangkitan PT DI sendiri pada saat itu tidak bisa dilepaskan dari kebijakan pemerintah. Selain memberikan dukungan dana, pemerintah menggunakan kebijakan afirmasi berupa pemesanan pesawat militer ke PT DI.
Setelah berjibaku melepaskan diri dari krisis sekaligus ingin membangun kembali industri pesawat terbang nasional, PT DI kemudian bisa melaunching produk baru mereka yaitu N-219. Sebuah pesawat penumpang serbaguna untuk 19 penumpang yang bisa mendarat di landasan pendek. Sehingga sangat cocok untuk Indonesia yang memiliki daerah-daerah terpencil.






