Untuk memperoleh nilai tertinggi, penjualan saham non-core harus ditunda setelah pandemi korona. Kecuali penjualan tersebut ditumpangi para pemburu rente yang memanfaatkan pendemi melalui kolaborasi dengan pengambil keputusan untuk meraih untung besar. Di sini kampanye governance yang diusung Erick akan butuh pembuktian!
Dalam road map tersebut juga tercantum rencana divestasi Saka Energi dan sejumlah anak usaha di lingkungan PHE. Dalam kondisi harga minyak dunia rendah, maka rencana divestasi Saka seharusnya ditunda.
Begitu pula dengan rencana divestasi anak usaha di PHE, termasuk share-down saham Blok Mahakam dan Rokan. Khusus divestasi Blok Rokan, beban signature bonus sekitar Rp 11,5 triliun harus diperhitungkan.
Prinsipnya, karena telah dikuasai Pertamina 100% dan merupakan bagian dari core business, maka share-down Blok Mahakam dan Blok Rokan menjadi tidak relevan.
Divestasi kedua blok akan bermasalah jika tetap diakukan dengan mengacu harga minyak rendah, dan terjadi tanpa transparasi pula. Moral hazard dalam divestasi saham pada kedua blok sangat potensial terjadi, karena proses berlangsung tanpa tender.
Di sisi lain, prosedur baku proses divestasi belum tersedia dan pengawasan lembaga lain tidak optimal. Sehingga, potensi kerugian negara/Pertamina dari divestasi atau share-down kedua blok akan sangat besar.
Oleh sebab itu, IRESS mengajak publik dan menuntut DPR untuk mengawasi secara seksama rencana divestasi kedua blok migas dan juga keseluruhan aksi-aksi korporasi yang akan dijalankan Pertamina dan Kementrian BUMN sesuai road map.
Rencana IPO dan seluruh rencana aksi korporasi dapat saja sarat kepentingan kapitalis-liberal, perburuan rente dan oligarki penguasa-pengusaha.
Rakyat butuh bukti dari Erick Thohir bahwa Pertamina adalah korporasi milik negara yang perlu dikelola secara konstitusional, sesuai prinsip GCG dan bebas moral hazard.
Baca Juga:
Musim Mas Resmikan Smart Class di UINSU, Dukung Pembelajaran Digital dan Generasi Unggul 2045
Shanghai Electric Catat Kinerja Positif pada 2025, Nilai Pesanan Baru Capai Rekor Tertinggi
Mouser Electronics Bahas Peran Kecerdasan Buatan dalam Mengubah Teknologi dan Pengalaman Sehari-hari
Rakyat tidak lagi butuh retorika hipokrit pembrantasan mafia minyak atau pengangkatan Komisaris Utama cacat hukum. Selain itu kita menuntut pertanggungjawaban atas kejahatan telah menjadikan Pertamina sebagai sapi perah.
Oleh : Marwan Batubara, Direktur Indonesia Resources Studies (IRESS).





