Dalam hal ini ada keinginan sebagian rakyat untuk secara moral “mengkritisi” kebijakan publik selama pemerintahan negara berlangsung dan banyak diinisiasi oleh perkumpulan yang bernama KAMI.
Sebelumnya, khususnya pada tahun 2019 lirik tersebut disuarakan netizen sebagai imbas dari dugaan keterlibatan oknum Korps Bhayangkara dalam kontestasi politik tanah air.
Pada tahun 2019 beberapa kalangan menilai bahwa netralitas aparat kepolisian yang semestinya bisa berperan sebagai wasit dalam kompetisi pilpres dipertanyakan.
Apakah hal itu terbukti? Tidak ada pihak yang berusaha membuktikan keterlibatan oknum polisi dalam kompetisi pilpres 2019 tahun lalu secara tuntas.
Kini selain KAMI ada KITA (Koalisi Indonesia Tetap Aman). Mungkinkah kita bisa menebak, seandainya disuruh memilih antara KAMI dengan KITA, polisi memilih mana untuk diikuti dan diperjuangkan? Pilih KAMI atau KITA? KITA atau KAMI?






