Pada konteks tertentu, antarpenutur dapat juga berusaha keras mencapai kecocokan secara kompromistik (Leech dalam Crystal, 1997; cf. Wodak, 1996), sehingga pertukaran makna dalam komunikasi dapat tercapai dengan mulus. Akan tetapi, wujud kompromi dalam HGD tetap menampakkan kekhasan, jadi tidak benar-benar kecocokan antarpenutur. Perhatikan contoh (14)!
- Clinton: Astronot USA sudah bisa mendaratkan pesawatnya tepat di tengah danau di bulan sana. Gus Dur: Tepat di tengah danau itukah?
Clinton: (Berpikir sejenak) Yah … di sekitar situlah.
Gus Dur: Kalau cuma begitu, dokter Indonesia sudah berhasil menolong orang melahirkan lewat dubur.
Clinton: (Seperti tak percaya) Tepat di duburnya itukah?
Gus Dur: Yah … di sekitar situlah. (Bangkit, 17-23 April 2000)
Maksim simpati, sebagai komponen prinsip kesantunan, sering dijungkirbalikkan dalam HGD. Perhatikan wacana (15) tentang seorang tentara yang menjadi khatib salat Jumat di suatu masjid.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 Selanjutnya






