Humor Gus Dur : Multikulturalisme-Inklusif vs Sektarianisme-Inklusif 1

Avatar photo

- Pewarta

Kamis, 14 Januari 2021 - 14:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Presiden Indonesia keempat,  Abdurrahman Wahid. /Instagram.com/@gusdur_fans.

Mantan Presiden Indonesia keempat, Abdurrahman Wahid. /Instagram.com/@gusdur_fans.

  • parameter yang dilanggar adalah peringkat tindak tutur, dalam hal ini kadar kemendesakan (Levinson, 1995; cf. Samsuri, 1997). Sang cewek dalam posisi sangat tergesa dan mendesak butuh pertolongan karena tasnya dijambret orang, sementara sang cowok malah memprioritaskan prosesi berkenalan.

PRINSIP KOOPERATIF HUMOR GUS DUR

Tuturan hendaknya memenuhi keempat prinsip kooperatif Grice. Pertama maksim kuantitas (Yule, 1996) yang menghendaki agar penutur memberikan informasi yang tidak berlebihan, hanya sebanyak keperluan. HGD (5) menunjukkan penutur memberikan informasi belebihan.

  • Karena saking asyiknya sendirian memancing, Pak Harto tidak sadar kalau banjir sedang meluap. Ia pun hanyut, tetapi jiwanya selamat berkat pertolongan seorang petani setempat. “Kamu tahu nggak, saya ini siapa?” tanya Pak Harto.

“Tidak,” jawab petani penolong.

“Saya ini Presiden Suharto. Karena telah menolong saya, kamu boleh minta apa saja. Pasti kuberi. Ayo, katakan saja!”

“Saya cuma minta satu hal saja, Bapak Presiden,” katanya lirih dan malu-malu. “Katakan saja, apa itu!” desak Pak Harto.

“Tolong jangan bilang pada siapa-siapa bahwa saya yang menolong Bapak,” katanya sambil menunduk dan pergi. (Basyaib & Hermawan, 2000: 4)

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru