Humor Gus Dur, Multikulturalisme – Inklusif vs Sektarianisme – Inklusif

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 22 September 2020 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Presiden Indonesia keempat,  Abdurrahman Wahid. (Foto : Muslimobsession.com)

Mantan Presiden Indonesia keempat, Abdurrahman Wahid. (Foto : Muslimobsession.com)

Mestinya, paling tidak GD menampilkan sikap, tuturan, dan gaya yang “terhormat”, “tidak nyeleneh”; mestinya GD harus membedakan bahwa dia saat itu tidak sedang berbicara di hadapan para santri atau dengan para kiai di pesantren (yang lazimnya memang penuh canda), atau juga di tengah sahabat-sahabatanya di Fordem, LSM, apa saja yang lain.

Dalam cara pandang Brown dan Levinson (Levinson, 1995), GD telah menyalahi paradigma jarak sosial justru ketika GD harus menempatkan diri dalam suasana formal, standar, dan konvensional.

Akan tetapi, GD justru keluar dari kebakuan wacana (Wodak, 1996). Ia melakukan penjungkirbalikan norma tuturan konvensional politik kenegaraan selaku orang nomor satu di NKRI. Contoh lainnya dari paradigma

jarak sosial adalah lelucon GD ketika menjadi narasumber pada acara “Partai-Partai” di TPI, 1999, dipandu oleh moderator kritis Haris Jauhari (HJ) yang cerdas itu. Perhatikan cuplikan rekaman wacana

  • berikut.
  • HJ : Sebagai ketua PBNU, bagaimana pendapat Anda mengenai banyaknya partai selain PKB yang juga beridentitas NU. Misalnya PKU, PNU, PPP? Apa bedanya?

GD: Ya jelas beda dong. Ngapain bingung. Dari dulu orang-orang itu ya begitu itu. PKB, PKU, PNU, dan PPP dapat saya gambarkan begini. Ibarat ayam…, yang keluar dari dubur ‘kan tidak cuma telor, tapi juga telek, kotoran.

HJ : Maksudnya gimana, Gus?

GD: Maksudnya PKB itu telornya, selebihnya untuk yang selain PKB (sambil tertawa ngakak, sementara HJ geleng-geleng) (“Partai-Partai”, TPI, 1999)

Pada (17) GD agak kelewat batas. Kata-kata telek ‘tahi ayam’, ‘kotoran’ jelas tidak tepat dimunculkan untuk membuat tamsil bagi partai-partai orang NU selain PKB, yakni PPP, PKU, PNU. Dalam konteks tuturan resmi yang ditayangkan di TPI tersebut GD tidak dapat menjaga jarak.

Bagaimanapun kecintaan GD kepada PKB, yang memang dibidaninya, secara jarak sosial, ketika di hadapan moderator dan para mahasiswa peserta acara itu, di hadapan penelepon dan  pemirsa seluruh negeri, GD mesti membuat jarak, GD seharusnya tampil tenang, netral, dan jika memihak pun harus dengan bahasa yang tidak seenaknya seperti itu.

Akan tetapi, GD bukanlah Brown & Levinson (Levinson, 1995) yang menyarankan bahwa kesantunan berkomunikasi dalam membangun kebersamaan wacana harus mendasarkan diri pada tingkat keakraban yang tetap memperhatikan usia, situasi, latar sosial budaya (cf. Wodak, 1997; Samsuri, 1997).

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru