Humor Gus Dur, Multikulturalisme – Inklusif vs Sektarianisme – Inklusif

Avatar photo

- Pewarta

Selasa, 22 September 2020 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Presiden Indonesia keempat,  Abdurrahman Wahid. (Foto : Muslimobsession.com)

Mantan Presiden Indonesia keempat, Abdurrahman Wahid. (Foto : Muslimobsession.com)

Contoh berikut, (3) dan (4), masing-masing menggambarkan hubungan asimetris (parameter status sosial) dan situasi kemendesakan (parameter peringkat tindak tutur).

  • Guru : Dua hari yang lalu kamu tak masuk, alasanmu hujan deras. Kemarin kamu terlambat, lagi- lagi alasanmu hujan. Pagi ini terlambat lagi. Apa lagi alasanmu?

Murid: Hujan, Bu. Betul, saya nggak bohong, Bu. Sumpah, deh. Guru : Lha, kalau tiap hari hujan, terus bagaimana?

Murid: Ibu ini bagaimana sih. Ya, banjir dong. (Musa, 1998)

  • Cewek: Mas, Mas, tolong kejar, tas saya dijambret orang!

Cowok: E e e …, belum saling kenal kok nyuruh-nyuruh. Kenalan dulu dong! (Wijana, 1996)

Dalam interaksi guru-murid pada wacana (3) yang terjadi adalah pelanggaran terhadap parameter jarak sosial dan status sosial.

Secara sosial, hubungan guru-murid adalah berjarak: kedudukan, usia, mungkin juga jenis kelamin. Secara sosial pula, hubungan guru-murid tidak sejajar (asimetris). Maka, jawaban terakhir murid seperti (3) jelas melanggar kedua parameter. Pada wacana

  • parameter yang dilanggar adalah peringkat tindak tutur, dalam hal ini kadar kemendesakan (Levinson, 1995; cf. Samsuri, 1997). Sang cewek dalam posisi sangat tergesa dan mendesak butuh pertolongan karena tasnya dijambret orang, sementara sang cowok malah memprioritaskan prosesi berkenalan.

Berita Terkait

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan
Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP
Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK
Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi
Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara
Solusi agar Independensi KPK Bisa Diimplementasikan dengan Baik Tanpa Bubarkan Lembaga
Idulfitri: Mengapa Penting untuk Kembali ke Fitrah yang Sejati
Ketimpangan Ekonomi dan Kesenjangan Sosial di Indonesia: Masalah yang Terus Membayangi Perkembangan Demokrasi

Berita Terkait

Selasa, 19 Agustus 2025 - 11:11 WIB

Galeri Foto Pers Jadi Bukti Transparansi Dan Narasi Keberlanjutan

Selasa, 16 April 2024 - 11:04 WIB

Hangatnya Pertemuan Idul Fitri: Diskusi Perkembangan Pasar Modal di BNSP

Minggu, 15 Oktober 2023 - 10:43 WIB

Pemutusan Batas Usia Calon Presiden: Analisis Dr. Fahri Bachmid Menjelang Putusan MK

Rabu, 24 Mei 2023 - 09:10 WIB

Dewan Sengketa Konstruksi Sebagai Alternatif Penyelesaian Sengketa Konstruksi

Rabu, 12 April 2023 - 20:52 WIB

Martabat MPR Pasca Amandemen UUD 1945, Yusril: Kita Kehilangan Ide Dasar Bernegara

Berita Terbaru