PRINSIP KOOPERATIF HUMOR GUS DUR
Tuturan hendaknya memenuhi keempat prinsip kooperatif Grice. Pertama maksim kuantitas (Yule, 1996) yang menghendaki agar penutur memberikan informasi yang tidak berlebihan, hanya sebanyak keperluan. HGD (5) menunjukkan penutur memberikan informasi belebihan.
- Karena saking asyiknya sendirian memancing, Pak Harto tidak sadar kalau banjir sedang meluap. Ia pun hanyut, tetapi jiwanya selamat berkat pertolongan seorang petani setempat. “Kamu tahu nggak, saya ini siapa?” tanya Pak Harto.
“Tidak,” jawab petani penolong.
“Saya ini Presiden Suharto. Karena telah menolong saya, kamu boleh minta apa saja. Pasti kuberi. Ayo, katakan saja!”
“Saya cuma minta satu hal saja, Bapak Presiden,” katanya lirih dan malu-malu. “Katakan saja, apa itu!” desak Pak Harto.
“Tolong jangan bilang pada siapa-siapa bahwa saya yang menolong Bapak,” katanya sambil menunduk dan pergi. (Basyaib & Hermawan, 2000: 4)
Dalam wacana (5) terjadi pelanggaran terhadap maksim kuantitas, baik oleh penutur Pak Harto maupun petani. Dari perspektif maksim kuantitas, Pak Harto terlalu banyak mengobral desakan, sedang petani mengatakan sesuatu yang terlalu sedikit.
Petani tersebut tidak menjelaskan alasan lengkap mengapa ia justru meminta agar Pak Harto tidak “mempublikasikan” jasanya. Justru keanehan pelanggaran maksim inilah yang membangun humor.
Makna pesan yang terselip dalam HGD ini adalah sikap suka sok (sombong) seorang penguasa yang berantitesis dengan ketulusan dan kesederhanan rakyat jelata.
Baca Juga:
Hikvision Hadirkan Guanlan Encoding, Teknologi AI yang Pangkas Biaya Penyimpanan Video hingga 50%
Di sini juga terdapat parodi satiris bahwa di zaman yang serba otoriter semasa Orba, menolong orang pun takut. Kemungkinan lainnya adalah kesadaran petani bahwa diam- diam banyak orang tidak suka pada Pak Harto. Maka, ia pun tidak mau dikabarkan telah menolong orang yang tidak disukai banyak orang itu.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Selanjutnya






