Menurut cara pandang Brown dan Levinson (Levinson, 1995; Samsuri, 1997), dalam kapasitasnya sebagai kiai–bahkan tidak sedikit yang menganggapnya seorang wali–GD dituntut secara sosiokultural agar senantiasa menjaga statusnya, baik dalam tindakan maupun (terutama) tuturan.
Justru dalam tuturan lisan inilah “kelemahan” GD. Sebagai seorang kiai, GD dituntut bersikap tegas hanya percaya kepada Tuhan dan tidak perlu ikut-ikutan terseret arus masyarakat awam yang tergila- gila urusan klenik macam keinginan bertemu Nyi Roro Kidul.
Tentu saja, meski mengatakan Begini- begini, saya juga kepingin ketemu, pastilah GD hanya berkelakar. Kalau itu kiai lain, pernyataan yang keluar mungkin kalimat marah emosional sambil diselipkan ayat-ayat suci yang mengharamkan klenik. Tetapi, GD adalah GD, bukan kiai biasa…
Parameter terakhir adalah peringkat tindak tutur yang diketahui dari relativitas tingkat keburu- buruan (kemendesakan) dalam situasi pertuturan. Contoh berikut menggambarkan betapa mestinya seseorang harus bertindak buru-buru dalam situasi mendesak darurat, malah melakukan tindakan lain yang kontraproduktif. Perhatikan wacana (20) berikut.
- Seorang pemuda terluka tertindih sepeda motornya dalam suatu kecelakaan di sekitar warga massa PKB. “Tolong … tolonglah saya …!” rintihnya kesakitan.
Beberapa orang mengerumumi, tidak langsung menolong, tetapi malah bertanya, “Kamu Islam atau bukan?”
“Saya Islam. Air, tolong … minta air …,” jawab korban sambil minta air.
Tetapi, orang-orang tak peduli. Malahan bertanya lagi, “Kamu Islam? Syukurlah. Tapi, NU atau Muhammadiyah?”
“Saya NU. Saya haus … mana … air?” Jawabnya.
Tetapi, orang lebih tertarik untuk bertanya lagi, “Oke, kamu NU. Tapi, partaimu apa? PKU, PNU, PPP, atau PKB?”
Baca Juga:
Hikvision Hadirkan Guanlan Encoding, Teknologi AI yang Pangkas Biaya Penyimpanan Video hingga 50%
“Saya P …,” belum selesai menjawab, … pingsan! (Jawa Pos, 1999)
HGD pada (20) menggambarkan dengan ekstrem dilanggarnya parameter kemendesakan sebuah tindakan yang mestinya segera diambil, mengingat yang dihadapi adalah korban kecelakaan yang butuh pertolongan mendesak.
Halaman : 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 Selanjutnya






